berbagi itu indah…

Pengambilan Keputusan dalam Penyambungan Belt Conveyor Studi Kasus di PT. Pupuk Sriwdjaja, Palembang.

1. Identifikai

Belt conveyor adalah sabuk berlapis berupa rajutan yang berfungsi sebagai alat pengangkut yang dipasang sepanjang conveyor untuk membawa material dari satu tempat ke tempat lain yang berputar dengan siklus yang tetap. Belt conveyor ini terdiri dari beberapa lapisan, yaitu permukaan sabuk (rubber), lapisan benang (ply), dan permukaan bawah sabuk yang berhubungan dengan roll penyangga pada conveyor.

Permukaan sabuk (rubber), yaitu bagian sabuk yang berhubungan dengan beban yang diangkut. Fungsi utamanya sebagai pelindung lapisan penguat/ply dari curahan, gesekan, dan benturan material pada saat loading agar plytidak sobek dan aus. Lapisan benang (ply), yang terdiri dari beberapa lembaran benang-benang nylon atau polyster (ply) berfungsi untuk memberikan kekuatan membujur dan melintang akibat gaya tarik dari pulley. Semakin banyak ply akan menambah kekuatan sabuk dan banyaknya ply tergantung dari jumlah beban yang diangkut. Permukaan bawah sabuk adalah bagian sabuk yang berhubungan dengan roll penyangga pada conveyor.

Bagian-bagian belt conveyor dapat dilihat pada link dibawah ini

Belt conveyor yang berada di PT. Pupuk Sriwidjaja untuk mengangkut pupuk curah memiliki kapasitas 700 ton/jam dengan lebar sabuk 1200 mm, sedangkan untuk mengangkut pupuk kantong memiliki kapasitas 90 ton/jam dengan lebar sekitar 750 mm yang dipasang sepanjang jalur transportasi pupuk menuju kapal yang selanjutnya didistribusikan ke wilayah-wilayah pemasaran, seperti NAD, Symatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

2. Konsep

Belt conveyor adalah suatu lintasan yang berputar dengan siklus yang tetap. Untuk itu diperlukan pemeliharaan dan perawatan sabuk secara rutin. Jika terjadi kerusakan pada sabuk seperti sabuk putus, maka diperlukan penyambungan sabuk yang baik, kuat, ringan, ekonomis, dan tidak mengganggu siklus lintasan sabuk tersebut.

3. Model

Salah satu model/prototype penyambungan belt conveyor dapat dilihat pada link di bawah ini.

4. Keputusan

Penyambungan belt conveyor dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah :

Penyambungan perekat (Vulcanizer Splice)
Penyambungan dengan cara ini yaitu dengan menggunakan perekat untuk menyatukan kedua ujung sabuk. Sambungan dapat dilakukan dengan cara hot working maupun cold working. Penyambungan dengan hot working dengan cara memanaskan karet penyambung dengan alat pemanas (electric), sedangkan penyambungan dengan cold workingmenggunakan cairan lem perekat.Keuntungan dengan sambungan perekat ini adalah :

– Kekuatan sambungan mendekati kekuatan sabuk
– Umur pakai relatif lebih lama
– Fleksibilitas sabuk pada sambungan tetap terjaga
– Pembersih belt dapat berfungsi dengan baik karena ketebalan sambungan sama dengan aslinya.

Sedangkan kerugian penggunaan sambungan perekat adalah :

– Biaya penyambungan relatif lebih mahal

– Waktu pengerjaan lama

– Penggunaan tenaga dan alat yang lebih banyak

– Jarak take up menjadi masalah karena sambungan memerlukan jarak tiap-tiap bagiannya, sehingga mengurangi panjang sabuk.

Penyambungan dengan metode flexco.
Penyambungan ini biasanya dipakai untuk menyambung konveyor pupuk curah yang sudah terpasang namun mengalami kerusakan. Cara penyambungan dengan metode ini adalah mengangkat floating dengan menggunakan tuckle atau katrol sampai sabuk cukup kendur, hal ini dimaksudkan agar sabuk dapat dijepit dengan clamp penjepit. Penjepitan ini harus benar-benar kuat agar pada waktu sabuk dipotong tidak lepas dan akan berakibat fatal. Penyambungan ini membutuhkan sabuk baru yang telah diukur dan dilubangi dengan flexco dengan memperhatikan jarak penyambungan ± 1 mm. Keuntungan metode penyambungan dengan menggunakan flexco adalah proses penyambungan cepat dan ekonomis. Namun kelemahan dari penyambungan ini adalah umur pakai sabuk yang pendek.

Penyambungan dengan belt lacing
Penyambungan jenis ini tidak jauh berbeda dengan metode flexco namun sabuk konveyor yang disambung merupakan sabuk konveyor untuk mengangkut pupuk kantong. Hasil penyambungan dengan metode ini tidak sebaik dengan hasil penyambungan menggunakan Belzona.

Penyambungan dengan sistem dinginPenyambungan dengan sistem dingin menggunakan Belzona dengan kondisi sabuk yang benar-benar harus diganti. Penyambungan ini menggunakan proses kimia dengan lem yang khusus yaitu Belzona agar sabuk dapat melekat dan umur pakai dari penyambungan ini cukup panjang namun membutuhkan waktu penyambungan yang cukup lama.Penyambungan dengan hot working dan cold working ini akan mengalami proses vulkanisasi. Vulkanisasi adalah proses peralihan karet dari bentuk palstis ke bentuk elastis karena reaksi kimia. Vulkanisasi panas terjadi karena ada reaksi kimia antara karet dan lem pada suhu 140°C-170°C dengan tekanan 5-12 kg/cm2, sedang vulkanisasi dingin memakai lem untuk menyambung belt dan dilakukan pada suhu ruang dengan tekanan dari tenaga manusia.Belt akan mengalami mulur selama beroperasi sebagai akibat dari sifat serat dan tegangan yang dialaminya. Setelah belt beroperasi beberapa lama, nilai mulurnya untuk pedoman dalam menentukan posisi take up pulley. Nilai mulur yang tidak tepat akan menyebabkan penyambungan berulang-ulang (belt mudah putus). Tabel perbandingan nilai mulur belt dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Perbandingan Nilai Mulur Belt

Belt Type Take up (%) C-C Distance
Elongation (%)

Elastis Permanen
Steel cord 0,1-1,2 0,03-0,06 0,08-0,13
Nylon fabric 1,5-2,5 0,30-0,60 1,30-1,80
Vinylon fabric 0,7-1,1 0,20-0,30 0,50-0,80
Polyester fabric 1,0-1,5 0,20-0,50 0,50-1,00
Sumber: Junkovsky

Nilai mulur dinyatakan dalam persen (%) dari jarak centre-to-centre konveyor (pulley depan ke pulley belakang). Nilai mulur elastik adalah nilai mulur yang terjadi saat belt beroperasi. Disamping itu belt juga akan mengalami nilai mulur yang permanen.

Perhitungan nilai mulur dapat diuraikan sebagai berikut, misal belt yang dipakai adalah jenis nylon fabric dengan c-to-c 500 meter, maka belt itu akan mengalami mulur yang permanen sebanyak 500 m x 1,8 % = 9 meter. Karena itu jarak take up (counter weight) disarankan 2,5% dari jarak c-to-c dengan pertimbangan jarak itu akan mengkoordinir mulur yang akan terjadi (2,5 % x 500 m = 12,5 m).

Pengambilan keputusan dalam penyambungan belt conveyor berupa nonprogrammed decision, karena kerusakan pada belt conveyor tidak terjadi setiap waktu, tidak terstruktur, sabab dan akibat kerusakan ini tidak pasti, dibutuhkan kreativitas, intuisi, dan toleransi para operator dan mekanik untuk segera memperbaiki kerusakannya.

Perbaikan belt conveyor memiliki resiko yang tinggi karena kerusakan sangat mendadak (tidak dapat diprediksi) sehingga keefektifitasan flexco belum terjamin, walaupun terdapat Standart Of Procedure (SOP) dalam penyambungan flexco namun resiko dan kualitas hasil penyambungan tidak sebaik atau sebagus belt conveyor baru. Pengambilan keputusan dengan cara ini merupakan tuntutan lingkungan, karena mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah yaitu belt conveyor yang putus dengan tujuan memperbaiki kerusakan agar proses distribusi pupuk dapat berjalan efektif dan efisien.

Advertisements

Tak Lagi Sama

Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain

Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari

Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku ooh

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku

entahlah

seorang teman pernah berkata, 

“kenapa harus menuntut banyak sedangkan jika memberi hanya sedikit !”

iya sedikit tertegun dan kembali merenung untuk hal apapun yang dimiliki di dunia ini pasti bakal kembali kepada Sang Pemilik aslinya 🙂

jadi, apa salahnya untuk berbagi ? 🙂

sweet as always

Tidak ada alasan untuk mengingkari manisnya senyum kamu. Baiklah. Saya ngaku. Diabetes saya semakin akut. PUAS

paradoks…

ada keinginan untuk mengejar

dan yang lain mengatakan ’jangan’

ada keinginan untuk bersatu

tapi yang lain mengatakan ‘lebih baik seperti ini’

ada keinginan untuk merangkai kembali sebuah cerita

dan yang lain mengatakan ‘ini sudah berakhir’

ada keinginan untuk berjalan bersama

tapi yang lain mengatakan ‘lebih baik sendiri’

kemelut ini melahirkan kebimbangan

yang pada akhirnya tidak berujung

tidak berbentuk dan

tidak menghasilkan apa-apa

dan kita masih disini

masih seperti ini

masih berjalan sendiri-sendiri

dengan hati dan pikiran terkunci

oleh ekspektasi-ekspektasi mini

dengan beragam cerita fiksi

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!